Orang Kristen tidak berada di bawah hukum Taurat, apa maksudnya?




Apakah maksudnya orang Kristen tidak berada di bawah hukum Taurat?


Sebuah eksposisi Roma 10:4, yang mengatakan: "Kristus adalah akhir dari hukum Taurat sehingga memungkinkan adanya kebenaran bagi setiap orang yang percaya," akan membantu  memahami apa artinya bahwa orang Kristen tidak berada di bawah hukum Taurat. Rasul Paulus menjelaskan akibat dari dosa asal dalam Roma 2:12, yang menyatakan "Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat." Semua orang terkutuk di hadapan Allah, tidak peduli bangsa apapun, apakah mereka bangsa Yahudi ataupun tidak, dengan kata lain, apakah mereka memiliki hukum Allah atau tidak. Paulus juga menyatakan "Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah " Roma 3:23).

Haruskah orang Kristen menaati hukum Perjanjian Lama

Jadi hukum Taurat adalah penuntun yang menuntun kita kepada Kristus. Galatia 3:24

Kunci untuk memahami hubungan antara orang Kristen dan Hukum Taurat adalah mengetahui bahwa hukum Perjanjian Lama diberikan kepada bangsa Israel, bukan kepada orang Kristen. 

Beberapa hukum dimaksudkan untuk tujuan berbeda, yaitu :
  1. untuk mengungkapkan kepada orang Israel bagaimana menaati dan menyenangkan Allah (misalnya : Sepuluh Perintah Allah). 
  2. untuk menunjukkan kepada bangsa Israel bagaimana menyembah Allah dan bagaimana menebus dosa (dengan sistem korban). 
  3. untuk membedakan bangsa Israel dari bangsa-bangsa lain (aturan makanan dan berpakaian). 

Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah



Kejadian 1:
26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 


Ketika Allah menciptakan manusia, Dia membuat manusia itu sempurna sesuai gambar-Nya. Manusia-lah yang memilih untuk tidak mentaati Allah dan membawa dosa ke dalam dunia.


 Manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah (ayat 26 dan 27).

Apakah artinya?

Ketika Allah menciptakan Adam, Dia membentuk manusia pertama itu dari debu dan memberinya hidup dengan berbagi napas-Nya sendiri, Allah menyelesaikan pekerjaan-Nya dengan memberikan manusia itu "sentuhan pribadi" (Kejadian 2:7). Wanita dibangun dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu (Kejadian 2:22). Dengan demikian, manusia adalah unik di antara semua mahluk ciptaan Tuhan, karena manusia diciptakan memiliki keduanya yaitu tubuh materi dan jiwa imaterial/roh.
  

Apa yang Alkitab katakan tentang makan darah


Dalam Kisah Para Rasul 10, Rasul Petrus mulai menyadari betapa berbedanya Kekristenan yang baru dibandingkan Yudaisme. Ketika ia sedang berdoa di atap, menunggu untuk makan siang, ia mendapatkan penglihatan. Selembar kain yang berisi berbagai jenis hewan diturunkan dari Surga. Sebuah suara menyuruhnya untuk makan. Petrus menolak keras, menyadari bahwa beberapa hewan dalam lembaran itu dilarang dimakan di bawah hukum Yahudi. Tiga kali lembaran kain berisi hewan-hewan itu diturunkan, dan tiga kali juga Petrus menolak.

Penglihatan ini memiliki tujuan ganda. 

  1. Tujuan pertama, dan yang paling jelas adalah bahwa, di bawah Perjanjian Baru, aturan keagamaan tentang larangan makan hewan-hewan yang haram telah terangkat. Orang Kristen telah dipisahkan/disucikan dan dikenal dari kasih mereka, bukan dari makanan jasmani mereka (34 Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. 35 Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi. Yohanes 13:34-35).  
  2. Tujuan kedua, dan yang lebih dalam, adalah makna bahwa keselamatan di dalam Kristus terbuka juga untuk bangsa-bangsa lain sebagaimana keselamatan terbuka untuk orang-orang Yahudi. Segera setelah Petrus melihat penglihatan tersebut, ia menerima kunjungan seorang utusan non-Yahudi yaitu perwira yang bernama Kornelius yang siap untuk menerima Kristus.


Orang Kristen yang gemar makan daging mengetahui dan menyenangi makna dari penglihatan Petrus ini. Tetapi penglihatan ini tidak secara langsung menunjuk pada dibatalkannya larangan makan darah, melainkan hanya menunjuk pada dibatalkannya daftar makanan haram. 

Jadi, apakah boleh makan darah?

Apa yang Alkitab katakan tentang makanan halal? Apakah ada makanan yang harus dipantang (haram) oleh orang Kristen?




Hukum tentang larangan makan hewan tertentu hanya diperintahkan kepada bangsa Israel.

Imamat pasal 11 mencatat daftar yang diberikan Allah kepada bangsa Israel tentang binatang yang boleh dan yang tidak boleh mereka makan. Hukum tentang makan termasuk larangan memakan daging babi, udang, kerang dan berbagai jenis makanan laut, sebagian serangga, burung bangkai, dan berbagai hewan lainnya. Aturan makan ini tidak pernah dimaksudkan untuk diterapkan pada bangsa lain selain orang Israel. 

Hukum Perjanjian Lama tentang : Larangan memakan daging babi

"Mengapa Hukum Perjanjian Lama melarang makan daging babi?"

Banyak larangan dan persyaratan dalam Perjanjian Lama, sepertinya tidak berguna menurut pandangan dunia Barat modern. Salah satu contohnya adalah larangan makan daging babi (Imamat 11:7). Apalagi, bagi kebanyakan orang, daging babi panggang yang disajikan dengan apel dan selai kacang sangatlah nikmat! Memahami tujuan dari Hukum Musa dan pandangan budaya pada saat itu khususnya mengenai daging babi sangatlah penting untuk dapat menghargai larangan makan daging babi ini.




Hukum yang diberikan kepada bangsa Israel memiliki sejumlah tujuan penting. Menjalankan tindakan-tindakan yang ditentukan Allah bukan sekedar sebuah ritual sederhana; melainkan suatu ketaatan pada Hukum yang menunjukkan iman internal yang kuat kepada Allah dan rasa tunduk pada otoritas-Nya. Ulangan 30 mencatat berkat-berkat yang Allah akan kabulkan untuk Israel jika mereka menaati Dia, dan kutukan yang akan Dia berlakukan jika mereka tidak menaati-Nya. Berkat dan kutuk merupakan bagian integral dari Perjanjian antara Allah dan Israel, di mana Hukum Taurat adalah dasar Perjanjian Bersyarat. Hukum Taurat juga ditegakkan sebagai tanda unik dari hak istimewa yang diberikan kepada Israel, yang mengatur mereka terpisah dari bangsa-bangsa kafir di sekitarnya.